SISTEMAKUNTANSI KANTOR CABANG BIAYA PENGIRIMAN BARANG DAGANG Kantor Pusat (Ilustrasi 2) : Investasi di Cabang Surabaya Rp 105.000.000,00 Persediaan Rp 100.000.000,00 Kas Rp 5.000.000,00 (transfer persediaan ke cabang Surabaya dan membayar ongkos kirim) Beban Pengiriman yang Dibebankan atas Pengiriman Persediaan Kantor Cabang: Pentingnya Mengelola Inventaris untuk Kelangsungan Bisnis Inventaris adalah kata lain dari stok atau persediaan barang yang dimiliki oleh perusahaan, kantor, atau pabrik. Bagaimana cara mengelola inventaris dengan tepat agar proses inventarisasi berjalan lancar? Simak di Blog Mekari Jurnal! Bagi Anda yang baru memulai bisnis atau usaha, penting bagi Anda untuk belajar dan memahami segala hal mengenai inventaris. Alasannya karena dari inventaris, Anda bisa memantau produktivitas bisnis atau usaha. pengelolaan inventaris merupakan salah satu pendorong bisnis untuk menghasilkan profit yang lebih optimal. Oleh karenanya tugas mengelola inventaris ini tidak boleh ditinggalkan seberapa lelahnya pun Anda mengurus bagian lain dalam bisnis dan seberapa kecilnya pun bisnis yang dijalankan. Sebelum beranjak ke cara mengelolanya, kita akan memahami dulu apa pengertian serta manfaat dari inventaris itu sendiri. Apa itu Inventaris? Terdapat beberapa pengertian dari ahli maupun KBBI tentang inventaris, apa saja itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI pengertian inventaris adalah daftar keseluruhan barang milik institusi baik itu sekolah, kantor, perusahaan, ataupun pemerintah yang digunakan sebagai alat untuk kegiatan operasionalnya. Sedangkan menurut Wikipedia, arti inventaris adalah sebuah kata yang diambil dari Bahasa Inggris yang berarti barang atau bahan milik suatu perusahaan dengan tujuan untuk diolah kembali menjadi produk lain yang nantinya akan dijual. Soemarsono SR menjelaskan bahwa inventaris artinya merupakan keseluruhan barang yang dimanfaatkan kantor dan disertai dengan kondisi barang, jenisnya, harga juga jumlahnya. Menurut Muhammad Ali, inventaris adalah daftar atau catatan barang milik perusahaan yang dipakai untuk menjalankan kegiatan usahanya. Daftar atau catatan tersebut, isinya adalah seluruh peralatan maupun bahan yang tersedia dan dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan ataupun pengelolaannya. Sementara menurut definisi dari sisi IPTEK, inventaris kantor di dalam ilmu akuntansi ialah segala bentuk kegiatan maupun usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai persediaan barang yang dikelola ataupun dimilikinya. Baik barang yang dibeli dengan anggaran belanja ataupun diperoleh secara hibah, untuk kemudian dicatat dengan sebagaimana mestinya. Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian inventaris adalah daftar atau catatan sumber daya yang penting bagi perusahaan agar bisa beroperasi dan mengelola sumber daya tersebut. Pencatatan atau inventarisasi harus dibuat dengan rapi, tujuannya adalah memudahkan pengecekan juga pengelolaan inventaris barang yang beragam dan berjumlah banyak. Hasil dari pencatatan tersebut juga akan dijadikan acuan data dalam menyusun laporan keuangan, di mana data harus valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan demikian, operasional perusahaan akan dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Perusahaan akan lebih mudah melakukan evaluasi juga pengembangan berdasarkan data inventaris juga laporan keuangan. Kendali penuh inventory barang dengan Fitur Produk dan Inventory Barang Jurnal. Buktikan dengan coba gratis Jurnal sekarang! Tujuan Inventarisasi Inventarisasi dilakukan dengan tujuan untuk membantu kelancaran administrasi perusahaan maupun instansi agar aset dapat terawasi dengan baik. Adapun tujuan lain dari inventarisasi yaitu Menjaga sarana prasarana yang dimiliki oleh sebuah instansi atau perusahaan, Memudahkan kegiatan kontrol inventaris terhadap penggunaan budget perusahaan. Menjadi bahan pertimbangan untuk pengadaan atau pemeliharaan. Membantu merencanakan, menyalurkan, memelihara dan menyimpan aset yang dimiliki instansi/perusahaan. Sebagai pedoman untuk menghitung nilai kekayaan aset. Mempercepat proses pembuatan laporan. Sebagai bahan rujukan jika terjadi kecurangan pegawai atau pencurian dalam perusahaan/instansi. Untuk memeriksa dan mengontrol keluar masuk barang, termasuk barang hibah/pemberian. Mengapa Pengelolaan Inventaris Penting Bagi Bisnis? Ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan harus mengelola inventaris yang ada. Selain berhubungan langsung dengan kegiatan usaha dan berpengaruh pada profitnya, juga untuk efektivitas kerja yang bertanggung jawab atas inventarisasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diperoleh ketika perusahaan mengelola inventaris dengan tepat. Meminimalkan Penyusutan Inventaris Dalam akuntansi, Anda tentu kerap mendengar istilah penyusutan atau depresiasi. Hal itu berarti berkurangnya nilai jual suatu barang. Umumnya, penyusutan terjadi pada aset atau aktiva perusahaan yang bersifat tetap. Kita ambil contoh yaitu kendaraan, makin lama dipakai maka nilai jualnya pun akan menyusut atau menurun. Sementara yang dimaksud dengan penyusutan pada inventaris biasanya dikarenakan kelalaian manusia. Akibat kesalahan tersebut terjadilah pengurangan atau penyusutan jumlah inventaris barang. Pengurangan atau penyusutan tersebut bisa karena kesalahan dalam pencatatan, kesalahan membuat alur inventarisasi atau bahkan pencurian. Untuk menghindari berbagai risiko tersebut, maka diperlukan adanya pengelolaan inventaris dengan benar. Sebab, penyusutan tersebut akan diakumulasikan dan muncul pada format laporan keuangan di kolom aktiva. Otomatis jumlah harta perusahaan pun berkurang. Hal ini bisa saja mempengaruhi kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan. Memudahkan Pengawasan Melalui Tata Letak Ketika perusahaan memiliki ribuan barang persediaan dan ditempatkan pada gudang yang amat luas, tentu akan sulit mengawasinya. Selain menguras waktu tentu juga menguras tenaga. Sebagai solusi untuk memudahkannya, maka dilakukan pengelolaan inventaris dengan memberlakukan sistem klasifikasi tata letak. Bahkan tidak jarang perusahaan yang sudah menggunakan metode barcode. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan, pengecekan bahkan saat harus melakukan stock opname atas barang persediaan. Risiko adanya barang kadaluarsa, rusak atau bahkan tidak layak juga akan lebih terminimalisir. Tonton video di bawah ini bagaimana PT. Permata Berlian Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang importir dan distributor menjawab tantangan pengelolaan inventaris dengan menggunakan software Mekari Jurnal. Peningkatan Pelayanan Terhadap Konsumen Pada saat Anda berhasil mengelola inventaris dengan tepat dan baik, otomatis persediaan barang akan selalu terpantau. Hal ini berimbas pada pelayanan terhadap konsumen yang tentunya lebih memuaskan. Konsumen akan lebih loyal pada produk yang stok barangnya tersedia. Bahkan tidak jarang mereka rela membayar lebih mahal, ketika Anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan cepat. Dengan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan memberi kepuasan pada mereka, ini bisa menjadi jalan pemasaran dari mulut ke mulut. Konsumen bisa merekomendasikan produk usaha Anda pada orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu penjualan berpotensi untuk bertambah dan profit perusahaan pun akan meningkat. Sebagai Tolok Ukur Kinerja Pengelolaan Inventaris Pengelolaan inventaris dapat Anda ukur efektifitas kerjanya dengan menggunakan Key Performance Indicator KPI. Hal ini untuk meningkatkan semangat kerja dan suasana yang lebih kondusif di tempat kerja. Dengan etos kerja karyawan yang tinggi, Anda akan dipermudah dalam memantau serta mengelola inventaris perusahaan. Dari angka yang ditunjukkan oleh KPI, maka akan terlihat pencapaian perusahaan Anda dalam mengelola inventaris dan menerapkan fungsi akuntansi dengan lebih mudah. Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Invoice Online Jurnal Selengkapnya di sini! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Bagaimana Cara Mengelola Inventaris dengan Tepat? Sebagai salah satu hal penting dalam perusahaan, maka harus dikelola dengan baik dan tepat. Berikut ini adalah cara pengelolaan inventaris atau stok barang yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda. 1. Tentukan Penanggung Jawab yang Berkompeten dan Terpercaya Cara mengelola inventaris yang pertama yaitu dengan memilih tenaga kerja yang tepat untuk bertanggung jawab atas inventaris perusahaan dan bisa melakukan inventory control. Pilih yang memang paham seluk beluk inventaris dan mampu memberikan laporan terperinci, akurat dan terpercaya sehubungan dengan stok barang persediaan, termasuk keluar masuknya barang. Ia juga bertanggung untuk melakukan audit inventaris, pengembalian maupun isi ulang. 2. Tingkatkan Keamanan Keamanan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Terlebih jika perusahaan Anda memiliki inventaris dalam jumlah besar dalam gudang yang cukup luas. Anda bisa menggunakan CCTV untuk bisa mengawasi kondisi sekitar. Berikan akses khusus bagi penanggung jawab untuk bisa keluar masuk gudang, sehingga tidak semua orang bebas berkeliaran di gudang penyimpanan. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan pencurian atau kecurangan yang mengakibatkan penyusutan inventaris barang. 3. Pengklasifikasian Produk Pemisahan produk berdasarkan warna atau kode SKU juga barcode bisa memudahkan Anda dalam mengelola inventaris kantor. Dengan dua metode tersebut akan menghemat waktu juga tenaga dalam proses pengecekan. Kesalahan pencatatan stok atau kemungkinan barang hilang juga lebih bisa diminimalkan. 4. Pantau Stok dan Audit Secara Berkala Jangan malas untuk selalu memantau ketersediaan barang. Dengan begitu akan meminimalisir kekosongan barang atau bahkan deadstock. Dengan rajin memantau jumlah stok yang ada, Anda akan lebih mudah membuat estimasi produksi atau pemesanan barang dalam jumlah tepat. Anda juga harus melakukan audit secara berkala. Tujuannya yaitu menyesuaikan jumlah stok di gudang dengan catatan pada sistem. Apabila terdapat perbedaan, maka harus segera ditelusuri di mana letak penyebab ketidaksesuaian tersebut. Kelola Persediaan Barang Perusahaan dengan Software Mekari Jurnal! Untuk memudahkan Anda dalam mengelola persediaan barang atau inventaris kantor, Anda bisa menggunakan software inventaris barang, salah satunya adalah Mekari Jurnal. Dengan menggunakan Jurnal Anda dapat memiliki sistem inventory, di mana Anda akan mendapatkan fitur seperti Notifikasi atau pemberitahuan dan kalkulasi produk secara langsung. Pelacakan penjualan produk terbanyak, sehingga memungkinkan perusahaan Anda untuk mengantisipasi dengan pemenuhan stok yang lebih besar. Mengimpor data persediaan dalam jumlah besar. Melakukan pelacakan secara cepat terhadap persediaan stok barang dalam beberapa lokasi yang berbeda. Mengatur jumlah minimal stok, sehingga dapat melakukan pemesanan tepat waktu. Jadi, mulailah kelola persediaan bisnis Anda dengan mudah dan cepat bersama software akuntansi online Jurnal. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari. Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Konsultasi Ke Sales Jurnal Sekarang! Itulah sedikit penjelasan singkat mengenai apa itu arti pengertian inventaris barang atau kantor adalah dan bagaimana cara mengelola dengan tepat. Bagi Anda yang baru memulai usaha, pastikan untuk menerapkan cara pengelolaan inventarisasi di atas agar usaha Anda dapat bertahan dan makin berkembang. cLaporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang d Bukti. C laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi. School University of Jember; Course Title FEB 001; Type. Lab Report. Uploaded By AgentPuppyMaster2375. Pages 32 This preview shows page 22 - 25 out of 32 pages. Informasi tentang proses kegiatan pemberian perintah yang mudah dipahami oleh seluruh tenaga pengelola gudang sehingga penerimaan barang di gudang dapat berjalan baik dan sesuai dengan tujuan sangat penting untuk diperhatikan. Keuntungan yang didapatkan dari jelas dan rincinya instruksi yaitu penanganan gudang dalam mengatasi dan mengatur arus keluar masuknya barang secara tepat waktu, setidaknya dari kegiatan tersebut akan menimbulkan pengaruh yang baik dan positif bagi petugas gudang dengan tetap memiliki rasa aman dan nyaman selama berada di area gudang. Ketika gudang mampu menekan biaya penerimaan barang dengan hasil yang optimal, seperti pemanfaatan yang efisien atas mesin, alat dan perlengkapan, sumber daya manusia, metode dan strategi, maka hal ini dapat dipastikan merupakan bagian dari ketepatan langkah kebijakan pengelolaan pergudangan yang akhirnya akan berkontribusi atas tepatnya pemanfaatan anggaran gudang tercapai efisiensi kegiatan pergudangan. Proses logistik yang efisien dapat menambah profit perusahaan. Logistik erat kaitannya dengan pertanyaan Barang apa yang diterima/dikirimkan? Bagaimana barang akan diterima/dikirimkan?kapan barang akan diterima/dikirimkan? Apakah terdapat keluhan dari barang yang diterim/dikirimkan? Dari situ kita dapat menilai bahwa dalam menjalankan proses logistik merupakan sebuah tantangan. Dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, sehingga bagi perusahaan pengelolaan pergudangan logistik mampu memberikan benefit dari aspek Penghematan biaya transportasi Memaksimalkan pemanfaatan ruang gudang sehingga tidak sekedar menempatkan barang di tempat yang tepat tetapi mampu memperpendek jarak dalam penempatan barang masuk dan keluar. Penggunaan teknologi terbarukan sesuai dengan tuntutan pekembanganA. Pengertian Penerimaan Barang di GudangGudang sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya yaitu tempat dengan berbagai sumber daya dan fasilitas penunjang yang telah disiapkan untuk menyimpan berbagai macam barang serta dimanfaatkan untuk mencapai target tingkat pelayanan secara efisien. Selanjutnya penerimaan barang merupakan proses kegiatan gudang perusahaan dalam menerima berbagai jenis barang dalam kuantitas tertentu, yang disertai dengan bukti dokumen dan persyaratan penanganan yang sah dari pihakpihak terkait dengan aktivitas yang terkendali. Dalam proses pengelolaan produk/barang yang masuk atau diterima terdapat tahapan yang harus dilakukan sebagai satu kesatuan, meliputi 1. Bentuk produk atau barang Merupakan wujud dari keadaan fisik secara langsung teridentifikasi dengan panca indera. Jika keberadaan fisik barangnya tidak dapat terpenuhi, hal ini menyebabkan teknis penanganan yang berbeda sehingga hasilnya tetap dapat dipenuhi. Hanya apabila hasil dari proses penerimaan barang dilakukan secara tidak langsung berdampak pada hasil yang kurang baik, maka harus dilakukan penanganan tambahan penerimaan barang dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku sepertiPenerimaan barang dilakukan secara langsung disertai dokumennya. Selain wujud barang yang dapat teridentifikasi, juga mampu disesuaikan crosscheck pada surat pengantarannya. Dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh keadaan produk/barang atau dapat dilakukan secara acak Diketahui masa berlaku produk expired, dan jumlah produk/barang yang tersedia. 2. Dokumentasi Dokumen yang diterima sebagai catatan pendukung yang menunjukan jenis dan volume barang sebagai bukti legal bahwa barang sama dengan yang telah dikirimkan, artinya bahwa Karakteristik dokumen/catatan sebagai penunjang barang dapat menginformasikan kesesuaian terhadap setiap item produk/barang yang masuk. Memiliki standar bukti berkas/catatan seperti surat pengiriman barang, surat jalan packing list.Semakin mudah diverifikasi serta lebih terkendali apabila dilampiri juga dengan surat pesanan barang purchase order.3. Cara penanganan barang Langkah penanganan barang dapat disiapkan ketika barang tersebut diterima diawali dengan menentukan perlu tidaknya barang ditangani pada suhu/ temperatur tertentu, beratnya barang serta karakteristik dari suatu barang sehingga dapat ditentukan peralatan yang cocok untuk digunakan seperti pallet, drum, forklift dengan tetap memperhatikan aturan keselamatan. Pada proses siklus kegiatan di gudang, penerimaan barang sebagai aktivitas penting yang mengawali penanganan barang. Artinya ketepatan dalam prosedur yang dilakukan oleh bagian gudang ketika barang diterima, maka akan berpengaruh terhadap efektivitas pola kerja yang akan dilakukan berikutnya. Adapun tahapan penerimaan barang meliputi Sarana angkutan barang masuk area gudang Parkir pada antrian yang telah ditentukan Dilakukan bongkar muat pada loading dock Penyusunan barang bongkaran Mengecek barang dengan dokumen pendukungnya Memasukan data/informasi pada dokumen ke dalam sistem Keabsahan dokumen yang menunjukan barang secara legal di gudang Pengangkut dan Pensuplai Terdapat perbedaan antara penerimaan barang yang dikakukan oleh pen-supply, dengan penerimaan barang yang dilakukan oleh agen pengirim pengangkut. Dalam hal ini pengiriman yang dilakukan oleh keduanya tentu terdapat aturan tata cara jika kondisi barang dalam keadaan rusak atau hilang. Ketika keadaan berkas dokumen sebagai bukti catatan tentang barang sesuai jumlah barang diterima serta dalam kondisi baik, tentu akan berguna untuk mengkonfirmasi kepada pihak pengangkut dan pensuplai jika terdapat kesalahan. Adapun perbedaan antara penerimaan barang melalui perusahaan pengangkut dengan penerimaan barang dari pensuplai antara lain Pengiriman melalui pengangkut yang ditunjuk Dokumen pengiriman barang dapat Disertakan bersama pada barang Dikirim khusus melalui pos/jasa pengiriman dokumen Terdapat kesepakatan yang menerangkan klaim terhadap barang yang hilang, rusak, atau tidak sesuai dengan kuantitas/volume barang pesanan, dalam hal ini para pihak yang secara langsung melakukan penanganan barang seperti pensuplai, pengangkut, dan penerima. Pembubuhan tanda tangan pada berkas dokumen sebagai bukti barang telah diterima sesuai penerimaan barang yang dipesan. Pengiriman oleh pensuplai Surat pengiriman biasanya disertakan dengan barang. Apabila barang yang diterima mengalami kerusakan ataa barang kurang, segera dilakukan pemberitahuan/konfirmasi kepada pensuplai agar penyelesaiannya dapat dilakukan dengan mudah dan selalu mengutamakan pengiriman kepada pemesan prioritas/ mitra, untuk itu pelayanan prima tentu menjadi perhatian yang tidak boleh ganti rugi seringkali dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media komunikasi sehingga penyelesaiannya dsapat dilakukan dengan lebih cepat. Pada fase penerimaan barang di gudang, sistem administrasi diperlukan untuk mengatur bagaimana dilakukan penyortiran barang melalui pengecekan, selanjutnya barang dapat diarahkan untuk ditempatkan pada area penyimpanan di gudang. Hal semacam ini perlu dilakukan untuk memastikan dan garansi barang benar-benar memenuhi persyaratan kualitas yang sudah ditetapkan, selain bentuk kepercayaan atas jaminan proses produksi yang dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan penerimaan barangTahapan di bagian ini begitu diperlukan dengan menerapkan langkahlangkah tertentu untuk memastikan setiap penerimaan barang telah sesuai dengan standar, sekaligus sebagai tindakan antisipasi untuk menghadapi kesalahankesalahan yang terjadi seperti Adanya kerusakan barang ditempat penerimaan menjadi berkurang ketika dilakukan bongkar muat barang atau terjadi pengurangan kuantitas selama proses dan ukuran barang tidak sesuai. Spesifikasi barang yang diterima tidak cocok berdasarkan hasil uji kimia atau uji teknis lainnya. Alternatif upaya pencegahan atau mengurangi resiko kesalahan tersebut dapat melalui cara memberitahu bagian pembelian terkait ketidaksesuaian atas barang yang telah diterimanya, agar bagian tersebut dapat memperhitungkan teknis cakupan dalam menanganinya, dan jika diperlukan cara untuk mencegah agar barang-barang itu tidak merupakan bagian dari penerimaan dan menjadi bagian dari persediaan di gudang. Kecepatan penerimaan barang diperlukan agar mendapatkan hasil terbaik, misalnya disiapkan kartu terstandar sehingga rincian barang dapat diisi dengan lengkap dan mudah. Pembuatan kartu sebaiknya dilengkapi berkas salinannya sebagai jaminan atau dapat langsung dikirim ke bagian pembelian agar proses komunikasi, koordinasi, dan administrasi dapat diselesaikan dengan bukti dokumen yang sesuai. Untuk proses penanganan pekerjaan seperti tersebut di atas harus ada seseorang yang diberi tanggung jawab khusus dalam penanganan tata persuratan dan kearsipan misalnya pengendalian atas buku penerimaan barang secara baik dan terkendali dengan rincian setiap barang diterima di gudang sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan secara prima dan sekaligus menjaga nama baik perusahaan. Membongkar muatan Diperlukan mekanisme dan peralatan yang relevan dapat digunakan sehingga proses bongkar muat barang dilakukan secara cepat dan tepat. Misalnya digunakan penjenjang kandang pallet, atau truk hidrolik untuk barang-barang yang rentan terhadap suhu dan memiliki berat tertentu dengan prinsip pemakaian yang efisien. Perlu diperhatikan tempat yang permanen dan aman di area gudang agar dapat menempatkan barang-barang yang harus dikembalikan dengan diberi kode identitas tertentu dan waktu penyelesaian yang baik dan cepat. Sementara untuk penerimaan barang yang sesuai dapat segera dipindahkan dari area gerbang pemasukan barang ke area tempat yang telah disiapkan agar tidak menghambat penerimaan barang berikutnya. Dalam perkembangan dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, penanganan pergudangan selanjutnya dilakukan secara komputerisasi sehingga layanan proses penanganan dengan elemen gudang seperti tempat, barang, personil gudang, pola manajemen dan prosedur kerja menjadi satu kesatuan proses kegiatan dengan hasil yang lebih cepat dan tepat. Bagi sebuah perusahaan penerapan kegiatan seperti ini disebut dengan sistem administrasi pergudangan. Gudang bagi perusahaan yang mengutamakan layanan prima dengan tingkat kecepatan melakukan proses penerimaan dan pengiriman barang selain sebagai area penyimpanan yang ideal, maka dituntut sistem tata kelola pergudangan yang didalamnya terdapat berbagai macam sumber daya sehingga data/informasi terkait keadaan fisik dan jenis barang dapat dengan mudah diketahui oleh pihak berkepntingan. Kemudahan akses data/informasi yang secara umum tertuang dalam bentuk dokumen, memiliki faedah dalam kegiatan administrasi gudang diantaranyaSebagai salinan atas surat pesanan pembelian yang diberikan oleh bagian pembelian cah atau kredit. Sebagai tembusan laporan penerimaan barang yang diterima dari bagian penerimaan beserta barang yang bersangkutan. Sebagai salinan bukti transaksi pembelian dari bagian order penjualan penjualan tunai. Kartu gudang untuk merekap setiap kuluar masuk seluruh jenis dokumen administrasi penting untuk disiapkan terutama oleh bagian gudang perusahaan dimana dokumen tersebut sebagai bukti rekaman tertulis setiap transaksi gudang dan bertujuan untuk dibukukannya setiap kegiatan yang dilakukan dalam proses pengelolaan barang di SOP Penerimaan Barang di Gudang Di dalam proses pengelolaan pergudangan terutama dalam pengurusan setiap produk/barang yang masuk, harus melalui 4 empat tahapan yang meliputi1. Tahap 1, menerima informasi barang masuk Kegiatan pada tahap ini diawali dengan adanya pemberitahuan akan adanya produk/barang yang akan masuk dengan informasi yang didapatkan melalui surat pemberitahuan yang diterima secara langsung maupun informasi melalui berbagai media komunikasi lainnya. Mengenai batasan waktu atas pemberitahuan akan datangnya produk/ barang yang masuk, tergantung kepada pihak pengelola gudang berdasarkan standar ideal yang telah dibuat serta ketentuan lain yang secara administratif maupun teknis pihak gudang dapat mempersiapkan secara baik agar pelayanan yang diberikan selama dilakukannya proses penerimaan produk/ barang dapat berjalan secara efektif serta mampu meminimalisir risiko yang mungkin dapat terjadi. 2. Tahap 2, Mamastikan barang masuk siap diterima Setelah dilakukan verifikasi informasi atas produk/barang yang akan masuk, maka tahapan selanjutnya adalah mempersiapkan petugas yang akan menanganai secara langsung serta kondisi kesiapan berbagai fasilitas dan area tempat untuk menyimpan produk/barang yang akan diterima. 3. Tahap 3,Penerimaan dan pengecekan barang masuk Tahap ini dilakukan ketika produk/barang yang dikirimkan sudah tiba, dengan langkan persiapan awal yaitu menghitung volume keseluruhan dan identifikasi secara spesifik seperti nama barang, kode, jumlah item, ukuran dan berat produk/barang melalui form check list yang disiapkan untuk memudahkan penentuan atas produk/barang yang masuk. Terkait dengan form check list sebagai dokumen yang dapat dijadikan dasar pertanggungjawaban, maka harus dipastikan setiap petugas penanganan mermiliki kemampuan dalam melakukan pengecekan secara teliti dan akurat sehinggan dapat dipastikan seluruh produk/barang yang ditrerima dan disimpan dalam keadaan lainnya yang juga berguna untuk memastikan produk/barang yang diterima sesuai pada informasi awal, maka dapat dilakukan dokumentasi visual misalnya foto sebelum barang diturunkan dari sarana transportasi pengiriman/kendaraan pengangkut barang, yang nantinya akan dilampirkan pada dokumen terkait dalam hal ini form check list. 4. Tahap 4, Membuat dokumen serah terima barangAkhir tahapan kegiatan ini yaitu menyiapkan dokumen serah terima barang dimana secara administrasi gudang biasanya difasilitasi dengan dokumen kantor yang disebut dengan berita acara serah terima barang. Berita acara serah terima barang ini penting untuk disiapkan karena menunjukan bukti otentik atas pihak-pihak yang secara langsung berhubungan pada saat produk/barang diterima, rincian kondisi fisik produk/barang serta waktu dilakukannya penerimaan. Adapun secara spesifik dapat mengungkap tentang Pihak yang melakukan pengantaran produk/barang ke gudang Keterangan referensi pada surat pengantar pengiriman produk/barang. Keterangan waktu lengkap dengan tanggal dan jam kedatangan produk/ barang Keterangan waktu pada saat dilakukan proses bongkar muat produk/ barang Keterangan waktu ketika berakhirnya dilakukan proses bongkar muat produk/barang Spesifikasi dari fisik seperti nama, kode, kuantitas, kualitas, kapasitas/ berat produk/barangPersonil gudang yang secara langsung melakukan penerimaan produk/ barangBiasanya yang melakukan pengantaran mencantumkan keterangan berupa dokumen tersebut harus memiliki keabsahan/legalitas lengkap dengan tambahan informasi lainnya yang mempermudah ketika diperlukan konfirmasi tambahan. Begitu juga dengan gudang sebagai pihak penerima produk/barang, harus mencantumkan data/informasi tambahan secara lengkap. Berkas terkait dengan proses produk/barang masuk hendaknya disiapkan minimal dua rangkap, agar setiap pihak yang saling berkepentingan memiliki arsip yang dapat dijadikan bukti rekaman sebagai ketentuan administrasi gudang yang nantinya dapat dijadikan sebagai ukuran keterlaksanaan kegiatan secara baik serta bahan evaluasi untuk tindakan perbaikan Besar Prosedur Pemeriksaan dan Penerimaan Barang pada sebuah Institusi 1. Catatan penting setelah dilakukan penawaran, biasanya oleh panitia atau secara kedinasan dikenal dengan PPK Pejabat Pembuat Komitmen, selanjutnya dokumen diserahkan kepada bidang pengawasan serta penerimaan produk/ barang sebagai landasan untuk melakukan pengecekan sebelum kesepakatan pelaksanaa penerimaan barang mempersiapkan daftar pengecekan serta daftar penerimaan barang dengan berpedoman pada BoQ Bill of Quantity. Untuk mekanisme kontrak yang sudah dilaksanakan, selanjutnya berkas yang berupa salinan kontrak diserahkan kepada bagian pengawasan serta panitia penerimaan produk/barang. BoQ Bill of Quantity yang ada di panitia penerimaan produk/barang selanjutnya dilakukan validasi untuk menjamin keakuratan data yang ada serta dapat menghindari adanya kesalahan/manipulasi atas karakteristik barang yang diterima. Satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh bagian pengawasan dan penerimaan atau panitia pemeriksa/penerima yaitu harus memahami substansi informasi yang tertuang dalam kontrak tersebut, untuk memastikan agar setiap tahapan dapat dilaksanakan secara baik. Jika penyedia barang mengawali pengiriman barang, tentunya produk/barang yang dikirim harus dilakukan pengecekan oleh bagian pengawasan serta panitia pemeriksa/penerima untuk tetap menjamin kualitas dan kuantitas produk/barang yang diperiksa, dengan penerapan prosedur berpedoman pada standar pemeriksaan yang dalam pemeriksaan produk/barang ada ketidaksesuaian seperti yang terdapat pada daftar pemeriksaan barang, maka produk/barang tersebut dipisahkan untuk selanjutnya dikembalikan kepada penyedia produk/baran agar dilakukan penggantian sesuai dengan yang diminta. Pengembalian produk/barang harus disertai dengan dengan daftar pengembalian produk/ produk/barang yang telah diterima menyertakan masa garansi, maka panitia pelaksana penerimaan produk/barang harus meminta kartu garansinya kepada pihak penyedia produk/barang. Begitu juga untuk jasa layanan purna jual, harus dipastikan terdapat kartu/surat jaminan masa purna jual. Untuk produk/barang hasil pengecekan oleh panitia penerimaan barang dan hasilnya telah sesuai dengan kondisi produk/barang yang semestinya/ tercantum pada daftar pemeriksaan barang, maka selanjutnya dicantumkan pada daftar penerimaan produk/barang sementara. Setelah itu surat jalan dapat diparaf oleh bagian pengawasan dan panitia penerimaan barang yang dijadikan lampiran dalam daftar penerimaan barang diterimanya produk/barang oleh bagian pengawasan dan panitia penerimaan barang, berikutnya produk/barang tersebut diserahkan ke bagian gudang yang secara administratif dicantumkan pada daftar penyerahan barang untuk proses pengiriman produk/barang telah selesai dilakukan, maka bagian atau bidang pengawasan dan panitia penerimaan barang merekapitulasi seluruh dokumen yang telah disiapkan/dibuat untuk dilakukan proses rekapitulasi dimana bagian/bidang pengawasan dan panitia penerimaan barang melakukan pemeriksaan ulang seluruh proses tahapan pengecekan atas penerimaan barang yang telah berjalan 100% seratus persen, lengkap dengan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Barang. C. Fisik Penerimaan Barang di Gudang Perusahaan yang terus memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan persediaan maka perusahaan tersebut sedang melakukan proses penghitungan fisik dengan bukti dokumen secara periodik. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memastikan produk/barang persediaan berdasarkan fisik maupun jumlahnya sama dengan perpetual pada buku persediaan. Hasil penghitungannya merupakan bahan koreksi catatan pada buku persediaan, mengelompokan unsur biaya dan aktiva bisa saja tercampur pada nilai persediaan dengan akun terkait, serta ketepatan sistem pengendalian persediaan itu sendiri. Kegiatan monitoring dan evaluasi mensyaratkan agar menghitung nilai persediaan dapat dilakukan minimal satu tahu sekali. Namun hasil penghitungannya secara umum tidak dapat dilakukan rekap dalam kartu gudang, tidak dapat menggantikan angka sebagaimana dasar, melainkan hanya sebagai pelengkap untuk mengecek kecermatan serta untuk mengoreksi perbedaan yang ada. Hasil perhitungan antara jumlah produk/barang persediaan dengan bukti catatan persediaan dapat saja berbeda, hal ini secara umum lebih karena terjadinya penyusutan atau terdapat kesalahan dalam data yang telah dicatat. Dilakukannya penghitungan persediaan sebagai upaya untuk memperbaiki kesalahan, juga diperlukan sebagaimana yang dipersyaratkan apabila perusahaan menerapkan standar manajemen mutu. Pada saat dilakukan proses audit terhadap fisik produk/barang persediaan, intensitas penghitungannya banyak dipengaruhi intensitas jenis pengelolaan yang berlangsung, tingkat pengendalian yang sangat baik, serta pemenuhan laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadwal dilakukannya proses penghitungan persediaan dapat dilaksanakan secara periodik misalnya perminggu, perbulan, triwulan, semesteran, atau tahunan. Penghitungan persediaan bisa saja dilakukan tahunan, semesteran, triwulan, bulanan, dua mingguan atau bahkan seminggu sekali. Dalam hal ini gudang dapat menentukannya berdaarkan dinamika serta kebutuhan dilakukannya proses penghitungan persediaan untuk memberi kemudahan dalam operasi pengelolaan gudang secara tepat dan baik. Adapun penghitungan secara general dilakukan pada kondisi tingkat frekuensi yang rendah, dan untuk proses penghitungan dengan kategori penting dan memiliki nilai tinggi maka dapat dilakukan setiap hari. Masa penghitungan persediaan hendaknya dilaksanakan ketika proses kegiatan gudang sedang tidak banyak agar secara program tidak mengganggu jalannya aktivitas perusahaan. Perusahaan yang menerapkan sistem perpetual dengan baik, maka pada saat penghitungan persediaan tidak selamanya harus sama/identik dengan tanggal penutupan buku. Dalam meminimalisir risiko perbedaan catatan maka dilakukan untuk terus melakukan. pengecekan secara teratur. Laporan pertanggungjawaban setap akhir taun hendaknya mampu memberi contoh yang baik terutama berkenaan dengan seluruh aspek kegiatan yang dilakukan oleh personil gudang. Biasanya perusahaan membentuk semacam tim khusus yang benar-benar menguasai teknik penghitungan barang. Barang-barang yang akan masuk proses penghitungan sebaiknya dipersiapkan dan disusun rapi serta memiliki kelengkapan dokumen lengkap sebelum dihitung. Sebagai alat pengendali maka digunakan formulir penghitungan, dengan bentuk formulir penghitungan persediaan yang harus dikoordinasikan dengan pihak pencatatan harga sehingga penghitungan bisa dilaksanakan lebih efisien. Formulir penghitungan bisa dibuat satu jenis saja yang dapat digunakan untuk mencatat hasil penghitungann kuantitas maupun untuk mencatat harga. Namun demikian formulir juga bisa dibuat menjadi beberapa jenis, yang intinya dilakukan untuk mencatat hasil penghitungan fisik, untuk mencatat akumulasi informasi yang tercantum pada formulir hasil penghitungan fisik, serta mencatat harga dan ikhtisar total persediaan. 1. Pemanfaatan Penggunaan Sistem Aplikasi Aplikasi komputer dengan segala kelebihannya serta mampu mengatur berbagai transaksi di gudang dalam menerapkan sistem tata kelola gudang mampu men-support aktivitas gudang seperti kegiatan mengambil produk/pengambilan picking dilakukan pemuatan ke sarana angkut delivery transportation, secara baik dan real time begitu dibutuhkan. Sistem aplikasi gudang yang digunakan tentunya mampu membantu mendeteksi berbagai informasi yang dibutuhkan oleh user seperti customer terlebih lagi bagi owner. Intinya bagaimana sistem manajemen gudang memungkinkan untuk dapat memantau dan mengendalikan setiap aktivitas terkait adanya proses distribusi produk/barang baik penerimaan maupun pengiriman, serta memungkinkan menjadi sistem database yang dapat mengontrol secara rinci. Sistem manajemen gudang merupakan satu prosedur penunjang di gudang dengan mekanisme yang menunjukan tahapan dari urutan kegiatan sebagai fase supply pada rantai produk/barang dan menjadi unsur utama dari volume pasokan agar mampu memonitor arus perpindahan serta menyimpan produk/barang di gudang. Selain itu penerapan sistem ini mampu memproses transaksi terkait, termasuk distribusi barang keluar, distribusi penentuan atas barang yang masuk, pengepakan serta pelepasan. Dalam sistem yang dijalankan mampu mengarahkan dan mengoptimalkan stock putaway dengan data yang real Fitur Utama a. Receiving and Putaway Awal proses ini dilakukan pada saat produk/barang tiba di gudang. Item berupa wujud barang setelah tiba selanjutnya diinput pada sistem WMS, hal ini bertujuan agar database setiap saat selalu ter-update. Ketika dilakukan input atau memasukan data barang yang dijadikan dasar adalah data PO Purchase Order yang dilakukan oleh petugas pada unit/bagian pembelian baik secara manual maupun otomatis digital. Dilakukannya tahapan ini harus berprinsip pada kesesuaian fisik barang yang masuk dengan kapasitas terpasang/ukuran gudang agar dapat mengatur sirkulasi/perputaran barang ketika dilakukan cycle count atau stock opname. Apabila penerimaan barang telah selesai dilakukan, berikutnya barang ditempatkan pada area gudang yang sudah ditentukan Putaway, mengingat keharusan dalam mengetahui data barang tersebut serta menentukan barang tersebut masuk kategori dalam sistem FIFO First In First Out atau FEFO First Expired First Out. b. Dispacthing Dispatching dilakukan untuk men-support aktivitas mengeluarkan barang picking and delivery untuk selanjutnya didistribusikan/disalurkan menuju gerai/outlet maupun konsumen langsung. Penetrasi atau penentuan titik lokasi dalam kegiatan picking semakin lebih cepat dan akurat dengan penerapan warehouse management system WMS. Fitur ini bagi personil yang ada di gudang membantu pencarian semakin efisien dan akurat. Dengan hanya melihat setiap yang telah masuk pada bagian sistem yaitu device handheld serta scanning barcode pada bagian identifikasi pallet biasanya berbentuk sticker untuk menyatakan stock barang sudah diambil dan digantikan oleh barang lainnya yang baru masuk. Kegiatan picking harus menginformasikan kepada pegawai terutama operator atas barang-barang yang harus dikirimkan ke lokasi tertentu, dan melalui WMS ini setiap barang pesanan dari konsumen akan ditandai dengan sticker barcode berdasarkan volume/kuantitas serta fisik barangnya. c. Delivery Note Kegiatan pada tahap berikutnya yaitu validasi terhadap setiap item barang hasil picking dengan setiap gerai/outlet maupun konsumen. Dalam hal ini WMS harus dapat menganalisis dan menetapkan hasil validasi dengan penyediaan dokumen yang disebut delivery note. Kegunaan dari delivery note adalah untuk memperingan aktivitas gudang dalam mengecek dan membandingkan oleh petugas checker dari setiap barang hasil picking yang dimasukan ke dalam sarana angkut seperti “truck”. d. Double Check Fitur yang dibutuhkan selain delivery note yaitu double deck yang bertujuan untuk meyakinkan bahwa keseluruhan barang yang disiapkan untuk dikirim secara fisik dan jenis adalah barang pesanan dari konsumen. Pemanfaatan double deck dapat dilengkapi dengan sticker dispatch label yang fungsinya memberikan panduan bagi setiap petugas melakukan loading ke sarana angkutan “truck” yang akan membawa barang. Dispatch label dapat berperan secara ganda dalam proses double deck pada akhir lokasi pengiriman. Ketika dilakukan dispatch maka peran WMS secara otomatis melakukan pengurangan sejumlah barang yang telah dikirim ke lokasi tujuan artinya setiap sirkulasi barang yang ada digudang akan selalu terkendali terutama dari resiko berkurangnya barang karena faktor kehilangan. e. Stock Take Stoke take dilakukan untuk menyesuaikan antara fisik barang persediaan stock dengan stock barang yang terdata di komputer. Hasil perbandingan ini nantinya diharapkan akan berdampak terhadap efisiensi pengeluaran biaya dalam penanganan barang persediaan. Stock take sendiri sebagai satu kegiatan yang beresiko terhadap kapasitas serta membutuhkan waktu yang tidak sedikit bagi petugas gudang. Pada situasi dan kondisi tertentu proses stock take dilaksanakan dengan melibatkan pegawai di gudang dalam jumlah yang banyak. WMS dapat memperingan pekerjaan dengan informasi rinci dari setiap barang dan lokasi, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan stock take. Dalam alur prosedur kerja WMS, secara operasional gudang tentunya tidak memunculkan selisih antara fisik barang dengan stock komputer. Kemudian report stock take yang dicetak setelah hasil penghitungan fisik selesai, secara ideal adalah 0 nol artinya tidak terjadi selisih barang antara data komputer dengan fisik barang. apabila terdapat nilai selisih telah membantu melakukan referensi posisi barang yang terjadi selisih, petugas tidak perlu menuju lokasi penempatan dan menghitung/memeriksa seluruh barang di gudang melainkan cukup dengan menghitung ke lokasi yang menurut report terjadi selisih. Setelah selesai seluruh penghitungan, selanjutnya komputer akan melakukan adjustment plus-minus terhadap penghitungan fisik. Pada tahapan ini maka gudang telah memiliki stock update yang sesuai antara data dengan Reporting Reporting merupakan fitur pendukung yang sangat penting. Setiap hasil kegiatan yang terdokumentasi khususnya laporan digital pada WMS harus dapat menjelaskan terkait barang kepada pihak pemesan. Laporan dipersiapkan dengan baik dan valid agar setiap saat dapat memberikan informasi untuk bahan pengambilan keputusan manajemen yang ditunjang rekam data yang dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai fasilitas layanan dalam reporting harus dapat memenuhi kebutuhan gudang akan informasi yang spesifik dan akurat. Artinya setiap pihak dapat menafsirkan dengan mudah atas segala informasi yang diberikan seperti reporting persediaan harian Inventory Days yang berada pada tingkat minimum, misalnya penetapan selama 5 hari kerja. Apabila reporting menunjukkan stock gudang tersedia banyak untuk 5 hari, maka kepala gudang dapat membuat keputusan untuk bagaimana mengurangi tingkat order dan terus mendorong agar barang dapat dikeluarkan sehingga persediaan dapat turut pada volume yang stabil. Report ini juga diperlukan customer/konsumen untuk mengidentifikasi dan mengetahui mengenai barang yang tersedia dan akan dikirim dari gudang menuju gerai/outlet ataupun consumen akhir. Selain itu reporting juga harus mampu menjadi pusat penghubung dengan Key Performance Indicator KPI dari gudang. Sebagai contoh KPI dari variansi stock adalah 1%, maka report harus mampu mengeluarkan laporan selisih barang hasil stock opname. Untuk kebutuhan berikutnya biasanya digunakan oleh analis data. Format tampilan yang banyak digunakan di gudang dalam memudahkan akses dari fitur reporting bisanya diolah dalam bentuk Ms. Excel yang sebelumnya merupakan hasil olahan dari file .dbf .csv atau .xls. Adapun fitur standard dari WMS sebagaimana di atas seyogyanya dapat didapatkan pada setiap hasil pengelolaan administratif gudang, dan hal itu tergantung dari adanya mobilitas barang yang terjadi. Untuk instalasi software WMS dibutuhkan biaya cukup besar setidaknya membutuhkan satu orang atau lebih dedicated adminyang bertanggung jawab secara langsung atas pengelolaan WMS ini. 3. Pencatatan persediaan barang di gudang Pengadministrasian produk/barang persediaan dapat dilaksanakan melalui pencatatan manual maupun berbasis komputer digital. Adapun pencatatan yang dilakukan secara manual terdiri atas dua sistem Sistem pencatatan berkelanjutan Perpetual System Pola dengan cara ini mengharuskan petugas gudang melakukan pencatatan persediaan barang secara kontinue. Dibuatkan perkiraan/rekening/kartu atau buku untuk setiap jenis barang. Untuk transaksi pertambahan barang di catat di sebelah debet, dan sebelah kredit digunakan untuk setiap berkurangnya barang. Saldo dari perkiraan harus selalu dicocokan dengan wujud atau bentuk barang secara nyata. Sistem pencatatan secara berjangka Periodik System Berbeda dengan sistem pencatatan terus menerus, pada sistem ini hanya penerimaan dari transaksi penjualan saja yang dicatat, artinya tidak dibuat jurnal untuk mengurangi kredit pada perkiraan persediaan. Untuk harga pokok penjualan ditentukan dengan mengacu kepada daftar rincian persediaan barang. Pada akhir masa pencatatan dilaksanakan setelah mengkalkulasi persediaan produk/barang yang telah diinventarisir physical Inventory secara periodik. Selanjutnya penerapan teknis pencatatannya terdiri dari metode 1 First In First Out FIFO Metode ini memiliki ciri dimana barang yang masuk pertama kali maka barang tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu atau istilah lain masuk pertama. 2 Last In First Out LIFO Memiliki ciri dimana barang yang terakhir datang ke gudang, maka harus yang paling awal dikeluarkan. 3 Weight Average Cost WAC atau Average Cost AC Berbeda dari kedua metode sebelumnya, maka pencatatan metode ini yaitu menentukan barang yang telah dikirimkan keluar kemudian dilakukan pencatatan dengan mengacu pada harga rata-rata. D. Dokumen Penanganan Penerimaan Barang Petugas pengadministrasi gudang harus memperhatikan pentingnya mengarsipkan setiap dokumen karena bagi perusahaan setiap catatan ataupun data pembukuan tersebut merupakan bagian laporan aktivitas yang harus dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan dokumen tersebut disiapkan dalam pengelolaan administrasi gudang mulai tahapan penerimaan barang, proses penyimpanan barang, catatan mutasi barang, sampai pada laporan persediaan barang. Sebagai bentuk wewenang dan tanggung jawab terhadap setiap produk/ barang yang dikelolanya, terutama kepala gudang harus menyiapkan pembukuan seluruh barang yang ada di gudang meliputi Pembuatan dokumen keuangan dengan informasi secara transparan serta pembukuan ketika dilakukan mutasi produk/ kartu barang untuk melakukan pembukuan dan catatan administrasi penerimaan barang. Siklus administrasi pergudangan 1. Data pemesanan barang Kegiatan penata usaha barang yang dipesan dilakukan setelah adanya keharusan mengeluarkan barang di gudang. Setiap barang yang dikeluarkan harus terlebih dahulu diestimasi dengan berpatokan pada data historis setiap jenis barang. Kemudian dilakukan pemesanan dalam hal ini kepada pemasok misalnya melalui kesepakatan termin pembayaran atau jatuh tempo pembayaran term of payment dengan kisaran nominal/angka lebih besar dari Day Sales Inventory, dengan kata lain tengat waktu produk/barang yang tersimpan dapat dicairkan’. Misalnya kegiatan bisnis/komersil mampu melakukan pemasaran dan penjualan selama 3 tiga hari, dimana TOP dari kegiatan tersebut yaitu 6 enam hari, dengan demikian kegiatan bisnis tersebut dikategorikan untung karena dapat melakukan 2 dua kali lipat penjualan lebih besar walapun pembayaran yang diterimanya hanya sebesar 1 satu kali pembayaran. Selain itu perjanjian waktu bayar seperti ini Returnable lebih menguntungkan daripada dilakukan cara beli putus.. 2. Data Persediaan Inventory Kunci utama dalam ketepatan dalam pencatatan seluruh arus barang yang masuk dan keluar adalah sistem adminisrasi yang baik, karena dengan demikian operasional gudang lebih dapat dikendalikan terutama dalam mengukur akurasi data barang di gudang, yang secara detail mempengaruhi Jumlah stok barang di gudangKlaim atas produk/barang yang diterima atau dikirimkan. Pengambilan keputusan pemesanan dilakukannya pemesanan Menganalisis tren penjualan Inventory di gudang dituntut untuk memiliki data secara akurat dan real time agar dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memiliki data seperti itu maka peran dari proses administrasi pergudangan yang efektif dan efisien perlu terus dipelihara secara terintegrasi dengan memadukan teknologi yang memadai dan sumber daya personil yang menjalankannya. sumberADMINISTRASI PERGUDANGANSyafiani Desiana GartiniWanan sunaryaArif Susanto Selanjutnya laporan keuangan berfungsi untuk mengevaluasi kesehatan keuangan sebuah perusahaan oleh analis pasar dan kreditur. Jenis laporan yang digunakan untuk mengetahui hal tersebut biasanya berupa laporan neraca, laporan laba rugi dan juga laporan arus kas. Baca juga: Analisis Keuangan: Pengertian, Tujuan dan Metode Analisisnya. DEFINISI Penerimaan Barang adalah proses serah terima barang dari Vendor kepada Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi apa saja? Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi 1. Menerima barang dalam jumlah berbeda dengan jumlah yang Menerima barang yang Menerima barang dengan kuantitas rendah. Apa saja bukti yang dipakai dalam penerimaan sarana dan prasarana kantor? Delivery order. Surat jalan. Dokumen pemesanan. Bukti tanda terima barang. Bukti penagihan. Apa saja kegiatan dalam penerimaan barang? bukti pesanan dari gudang untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat bukti tanda barang untuk penagihan cek bukti pemesanan barang dengan fisik. cek Expired date dan kondisi barang. masukkan barang ke penyimpanan. Apa saja proses dalam penerimaan barang Sebut dan jelaskan? Jawaban. Jawaban masuk gudang , parki dan antri , bongjar barang, ngecek barang dan dokumen, menyusun barang bong karan , menyimpan dokumen ke dalam sistem, GRN legitimasi dokumen, keluar gudang. Apa tujuan dari penerimaan dan penyimpanan barang? Jawaban Tujuan utama diselenggarakan fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah untuk memferifikasi barang yang diterima dari pemasok dan melindungi barang tersebut dari kehilangan atau pencurian. Hal hal apa saja yang terdapat dalam laporan penerimaan barang? Nama barang. Jenis/Tipe barang. alamat pengiriman barang. Alamat tujuan barang. Nama pengirim barang. jumlah barang. Tanggal penerimaan barang. Apa saja fungsi penerimaan barang? Fungsi penerimaan Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis,mutu,dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Bagaimana cara melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor? Selalu membersihkan barang-barang secara teratur, terutama setelah barang dipergunakan dan selalu memisahkan barang yang rusak dengan barang yang tidak rusak. Selalu memperbaiki barang yang rusak. Bagaimana prosedur penerimaan barang sebelum masuk ke gudang penyimpanan? Menerima Informasi Barang Masuk. Memastikan Barang yang Masuk Siap Diterima. Penerimaan dan Pengecekan Barang Masuk. Membuat Dokumen Serah Terima Barang. Memastikan Kondisi Barang dalam Keadaan Bagus. Penataan Gudang yang Lebih Baik. Update Stok Lebih Akurat. Kelola Barang Lebih Mudah. Apa yang dimaksud dengan penyimpanan sarana dan prasarana kantor? Penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana ialah suatu upaya untuk melakukan penyimpanan dan juga pemeliharaan pada suatu tempat seperti kantor atau tempat lainnya agar barang atau peralatan yang dipakai tidak rusak, hilang atau bahkan terbakar serta keamanannya terjamin. Mengapa perlu adanya pencatatan sarana prasarana dalam suatu kegiatan? Tujuan inventarisasi sarana dan prasarana antara lain a. Agar peralatan tidak mudah hilang. b. Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Hal hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan sarana dan prasarana minimal 5? Kebutuhan akan sarana dan prasarana tersebut. Kualitas bahan dan materi dari sarana dan prasarana. Prosedur pengadaan barang harus sesuai aturan. Rintangan yang akan dihadapi. Apa saja tujuan dari pemeliharaan sarana dan prasarana kantor? Tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, antara lain Agar barang tidak mudah rusak karena hama atau suhu/cuaca. Agar barang tidak mudah hilang. Agar barang tidak kadaluarsa. 3 Aktivitas apa saja yang ada di dalam gudang? Proses alur material dalam pergudangan dapat dideskripsikan menjadi enam aktivitas utama yaitu receiving, put away, storage, picking,packing dan shipping. SOP apa saja yang dibutuhkan dalam administrasi gudang? Proses apa yang dilakukan dalam tahap penyimpanan barang? Di dalam aktivitas penerimaan barang Terdapat tiga hal penting yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya sebutkan apa saja? Referensi Pertanyaan Lainnya1Apa yang dimaksud dengan jenis wirausaha Perancis?2Bagaimana penutup gerakan tari ondel ondel?3Udara yg masih ada di dalam Paru² disebut apa?4Apa yang dimaksud komoditas ekspor dan impor?5Apa saja yang dialami manusia di Padang Mahsyar?6Jelaskan otot apa yang berkontraksi ketika kita mengangkat lengan bawah keatas?7Mengapa penderita anemia selalu merasa lemas?8Apa saja Peran Indonesia dalam ASEAN?9Apa yang terjadi Apa yang terjadi pada bola yang dihentikan jelaskan?10Mengapa jamur atau fungi dipisahkan menjadi kingdom tersendiri?
KEPUTUSANDIREKTUR JENDERAL PAJAK PENYEMPURNAAN BENTUK LAPORAN PENERIMAAN PAJAK (LPP). Pasal 1. (1) Laporan Penerimaan Pajak yang selanjutnya disebut LPP dibuat oleh Kantor Pelayanan Pajak untuk melaporkan jumlah penerimaan pajak setiap bulan dan jumlah penerimaan pajak dalam tahun anggaran berjalan, yang harus disampaikan ke Kantor Wilayah
Berikut ini adalah catatan contekan mengenai arti kata tersebut pada bidang Akuntansi Laporan Penerimaan Barang Dalam Akuntansi Adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan suatu order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan surat order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. Support website ini ya gess! Berikutini adalah contoh penerimaan kas perusahaan dagang: Pada tanggal 10/04/2021 PT Manajemen Keuangan Network menjual secara tunai 2 unit komputer bekas seharga Rp. 2.250.000 dengan nomor faktur FP-001. Pencatatan Jurnal dari transaksi penjualan tunai tersebut adalah sebagai berikut: (Debit) Kas Rp. 2.250.000. (Kredit) Penjualan Rp. 2.025.000. Apa yang dimaksud dengan penerimaan barang kantor? Penerimaan Barang adalah proses serah terima barang dari Vendor kepada Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan laporan penerimaan barang? Laporan penerimaan barang, dokumen yang dibuat sebagai fungsi penerimaan bahwa menunjukkan barang yang diterima sesuai. Apa saja yang termasuk administrasi penerimaan barang? Delivery order. Surat jalan. Dokumen pemesanan. Bukti tanda terima barang. Bukti penagihan. Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi apa saja? Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi 1. Menerima barang dalam jumlah berbeda dengan jumlah yang dipesan. 2. Menerima barang yang rusak. 3. Menerima barang dengan kuantitas rendah. Bagaimana cara penerimaan barang sarana dan prasarana? memeriksa stock barang di gudang oleh petugas, pengajuan surat permohonan, surat di serahkan ke bendahara, bendahara mengecek ketersediaan barang, bendahara meminta persetujuan kepada pimpinan, Apa tujuan dari penerimaan dan penyimpanan barang? Jawaban Tujuan utama diselenggarakan fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah untuk memferifikasi barang yang diterima dari pemasok dan melindungi barang tersebut dari kehilangan atau pencurian. Berapa rangkap laporan penerimaan barang? Laporan penerimaan barang LPB dibuat rangkap 3 oleh bagian penerimaan barang. Apa saja hal hal penting yang dilakukan dalam penerimaan barang? Bukti pesanan barang dari Gudang untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat Bukti Tanda Barang diterima untuk penagihan Cek Bukti Pemesanan dengan Fisik Barang. Cek Expired Date dan Kondisi Barang. Memasukkan Barang ke Penyimpanan. Bagaimana langkah langkah dalam penerimaan barang? Yang pertama adalah bagian gudang menerima tembusan surat order pembelian dari Bagian. Pembelian. Bagian Gudang menerima barang-barang beserta tembusan laporan penerimaan barang dari. Lalu dilakukan pemerikasaan/pencocokan antara laporan penerimaan barang dengan data surat. Informasi apa saja yang ada dalam buku penerimaan barang? Nama barang. Jenis/Tipe barang. alamat pengieim barang. Alamat tujuan baarang. Nama pengirim barang. jumlah barang. Tanggal penerimaan barang. Apa saja asas penyimpanan Sarpras? asas ekonomi. asas keamanan. asas ketepatan. asas kecepatan. Apakah yang dimaksud penyimpanan barang? Penyimpanan barang adalah menempatkan barang di dalam gudang untuk disimpan atau dipersiapkan untuk proses selanjutnya. Penyimpanan barang dilakukan sesuai dengan karakteristik barang. Bagaimana prosedur yang dilakukan untuk mengajukan sarana dan prasarana sekolah? Bagaimana proses penyaluran sarana dan prasarana pendidikan? Jawaban. Jawaban Penyaluran sarana dan prasarana pendidikan meliputi tiga kegiatan pokok yaitu penyusunan alokasi, pengiriman dan penyaluran. Jika dilihat dari perspektif manajemen, maka penyaluran terbagi atas tiga kegiatan yaitu perencanaan penyaluran, pelaksanaan pengiriman, dan monitoring penyaluran. Bagaimana strategi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan? Ada beberapa alternatif cara dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah melalui pembelian, pembuatan sendiri, penukaran, daur ulang, peminjaman, penyewaan, pemberian hibah dan perbaikan sendiri. Bagaimana cara menyimpan barang yang baik? References Pertanyaan Lainnya11ons Apakah 100 gram?2Keteladanan apa saja yang patut kita contoh dari tokoh nasional?3Apa ciri khas tumbuhan tingkat tinggi?4Faktor faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih bentuk badan usaha?5Bagaimana cara membuat sebuah patung?6Siapa nama raja yang digantikan oleh Nabi Daud?7Siapa saja yang berhak dalam usaha untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia?8Apa beda pertahanan tubuh nonspesifik dengan yang spesifik?9Standar apakah yang digunakan pada penulisan huruf dan angka pada gambar teknik?10Mengapa informasi akuntansi dibutuhkan oleh pemerintah? 179665. Abstrak. Abstract. S Sistem Persediaan merupakan pengelolaan barang persediaaan alat tulis kantor pada Kantor Pertanahan Kota Bogor. Sistem persediaan dibagi menjadi dua yaitu penerimaan dan pengeluaran barang persediaan. Penerimaan berarti menerima barang yang diminta kepada Rekanan dan dibayarkan oleh Kantor Pusat Pembendaharaan Contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pahami apa itu pengertian jurnal penerimaan kas cash receipt journal dan jurnal pengeluaran kas cash disbursement journal , perbedaan format di antara keduanya serta contoh pencatatan atau penerapannya yang akan dijelaskan oleh Blog Mekari Jurnal. Dalam suatu perusahaan tidak lepas dari jurnal penerimaan dan pengeluaran kas. Keduanya sangat penting untuk disajikan secara benar dan tepat. Jurnal penerimaan ataupun pengeluaran kas merupakan bagian dari jurnal khusus yang berfungsi untuk mencatat transaksi berulang. Dengan demikian, arus kas suatu perusahaan ataupun lembaga dapat dilaporkan dan terawasi. Pertama-tama, mari kenali pengertian masing-masing jurnal penerimaan dan pengeluaran kas Penerimaan Kas Pengertian jurnal penerimaan kas cash receipt journal adalah salah satu jenis jurnal yang memuat berbagai catatan terkait kas yang masuk. Dari mana pun sumbernya, harus dicatat dengan jelas. Penerimaan umumnya berasal dari sumber utama yang beragam. Adapun sumber penerimaan yang utama dalam sebuah usaha diantaranya seperti Penjualan produk secara tunai Modal yang ditanamkan atau diinvestasikan oleh pemilik usaha Piutang yang sudah dibayar tunai Penjualan aset secara cash Penerimaan sewa, dividen ataupun bunga Pinjaman tunai dari Bank, perorangan ataupun lembaga keuangan lainnya Pengeluaran Kas Sebagaimana umumnya, dalam sebuah usaha selain ada penerimaan tentu ada pengeluaran. Apabila penerimaan menambah jumlah kas, maka pengeluaran adalah kebalikannya. Dari setiap pengeluaran tersebut, harus dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Keberadaan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas akan selalu beriringan. Alasannya, karena keduanya saling berkaitan. Fungsi jurnal pengeluaran kas sendiri yaitu untuk mencatat seluruh arus keluar kas bagi operasional usaha. Catatan atau jurnal ini, nantinya dapat memproyeksikan kemampuan finansial usaha yang berasal dari kas usaha itu sendiri. Adapun jenis-jenis pengeluaran kas yang harus dicatat dalam jurnal ini, antara lain seperti Pembayaran hutang dagang ataupun material Pembelian barang atau bisa juga penggunaan jasa yang dibayar secara tunai Pengeluaran untuk beban perusahaan seperti gaji karyawan Pembayaran setoran ke kas kecil Refund untuk barang yang dikembalikan oleh konsumen Biasanya, bukti yang dijadikan rujukan atau acuan untuk mencatat transaksi di jurnal pengeluaran ini berupa faktur dari supplier yang sudah lunas. Bukti pelunasan bisa dokumen berupa cek maupun bilyet giro. Pastikan untuk mengisi jurnal ini dengan rinci juga teliti, agar tidak susah saat memindah ke buku besar. Manfaat Pembuatan Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Jadi, apa manfaat dari pembuatan jurnal penerimaan dan juga pengeluaran kas? Manfaatnya antara lain, yaitu Memudahkan pengelolaan dan pengawasan arus atau aliran keuangan perusahaan. Pencatatan data jauh lebih mudah, detail dan rapi. Memiliki informasi keuangan yang lengkap, sistematis dan akurat untuk dijadikan laporan keuangan sebagai dasar dari setiap kebijakan. Meminimalisir kesalahan pencatatan transaksi dan kecurangan, karena setiap jenis transaksi disertai bukti yang dapat dipertanggung jawabkan. Mencegah perubahan data. Adanya pembagian kerja yang memberi efektifitas bagi setiap divisi atau bagian. Pembuatan laporan keuangan secara berkala jadi lebih mudah. Mempermudah pengecekan kondisi keuangan. Menjadi tolok ukur atau bahan pertimbangan dalam membuat rencana bisnis ke depan. Baca juga Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya Format Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Masing-masing jurnal, baik penerimaan maupun pengeluaran kas, memiliki format tertentu. Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas yang disajikan pun akan lebih tertata dan rapi. Berikut ini format yang biasa digunakan! Format Jurnal Penerimaan Kas Pada jurnal penerimaan, bisa ditambahkan beberapa entri untuk menyesuaikan frekuensi penerimaan dana atau uang tunai dari pelanggan. Selanjutnya di bagian akhir, saldo dari jurnal ini akan diringkas secara berkala untuk kemudian dipindahkan atau diposting ke dalam buku besar. Format entri jurnal penerimaan kas cash receipt journal yang sederhana dan paling sering digunakan dalam perusahaan dagang, diantaranya terdiri dari Kolom tanggal untuk mencatat kapan uang tunai tersebut masuk ke dalam kas. Kolom akun kredit, untuk mencatat nama akun sebagai tempat penerimaan uang tunai. Kolom posting reference atau referensi posting, yang isinya adalah jumlah akun di buku besar pada saat diposting. Kolom cash atau kas untuk mencatat jumlah uang tunai yang masuk atau diterima.. Kolom discount untuk mencatat jumlah potongan yang sudah disetujui ketika menerima uang tunai dari konsumen Kolom sales untuk mencatat banyaknya penjualan secara tunai. Kolom piutang, berfungsi untuk mencatat pembayaran tunai atas utang yang dimiliki konsumen kepada Anda. Kolom sundries atau macam-macam, yang isinya segala bentuk catatan tambahan terkait akun yang tidak memiliki kolom khusus. Sebagai contoh, misalnya penerimaan bunga dan lain sebagainya. Format Jurnal Pengeluaran Kas Begitu pula halnya dengan jurnal pengeluaran kas cash disbursement journal memiliki format tertentu. Dengan format inilah, catatan pengeluaran akan tersaji dengan rapi dan teratur. Dalam formatnya, akan tersedia beberapa kolom yang terdiri dari Date/tanggal- di kolom ini, Anda bisa mencatat tanggal transaksi dilakukan. Nomor Bukti- bagian yang digunakan untuk mencatat nomor terkait bukti berupa nota dan sebagainya. Keterangan- digunakan untuk mencatat penjelasan terperinci terkait transaksi yang dilakukan. Referensi- mencatat tanda terkait poin-poin yang sifatnya terhubung dengan buku besar. Kas- bagian yang difungsikan untuk mencatat setiap nilai dari tunai yang masuk. Potongan- pada kolom ini, Anda bisa menginput potongan terkait transaksi yang dilakukan. Piutang- jenis kolom lainnya yang akan digunakan untuk menuliskan setiap nilai piutang. Penjualan- kolom yang akan menginput setiap catatan dari proses penjualan. Serba-Serbi- sesuai namanya, kolom ini digunakan untuk mencatat akun lainnya selain yang telah disebutkan, misalnya sewa dan semacamnya. Baca juga Mengenal Jurnal Penyesuaian, Bonus Contoh dan Cara Membuat! Contoh Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Bagaimana cara membuat buku kas untuk jurnal penerimaan dan jurnal pengeluaran kas? Untuk memahaminya, Anda bisa mempelajari contoh kasus yang disediakan di bawah ini. Contoh Kasus Jurnal Penerimaan Kas Cobalah untuk mencatat transaksi di bawah ini dalam bentuk jurnal penerimaan kas. Penerimaan kas di bulan Desember, Tahun 2021 sebagai berikut 9 Desember menerima Rp 700,000 dari A&Co sebagai pembayaran lunas secara penuh. 12 Desember $5000 diterima dari Sam&Co dengan diskon sebesar Rp 75,000. 20 Desember perusahaan menerima Rp 500,000 dari pihak A&Co terkait kredit barang dengan diskon RP 50,000. 27 Desember mendapatkan uang kas Rp 500,000 dari penjualan alat kantor. 30 Desember penerimaan tunai Rp 5,000,000 dari Beauty C dengan diskon hingga Rp 50,000. Cara membuat pencatatan jurnal penerimaan kas cash receipt journal dengan contoh di atas adalah Baca juga Cara Pembuatan Catatan Buku Pemasukan dan Pengeluaran Contoh Kasus Jurnal Pengeluaran Kas Selanjutnya, mari memahami studi kasus terkait pengeluaran suatu kas perusahaan. Dengan menilik kasusnya langsung, Anda pun bisa memahaminya secara mudah. Transaksi pengeluaran sejak tahun 2021, bulan Desember. Tanggal 7 Desember, terjadi transaksi terkait pembelian produk/barang yang sifatnya tunai, sebesar rupiah dari toko ABC. Tanggal 12 Desember, transaksi return barang karena ada cacat ataupun semacamnya, mengeluarkan biaya sebesar rupiah. 15 Desember, perusahaan melakukan transaksi terkait pelunasan piutang yang dimiliki perusahaan sebesar rupiah dengan pihak A&Co. 22 Desember, perusahaan kembali melakukan transaksi pembelian tunai untuk perlengkapan kantor, sebesar rupiah di Office Shop. Tanggal 27 Desember, adanya transaksi terkait pembayaran beban yang jumlahnya mencapai rupiah. Cara membuat pencatatan jurnal pengeluaran kas cash disbursement journal dengan contoh di atas adalah Pencatatan Transaksi Minim Kesalahan dengan Aplikasi Keuangan Mekari Jurnal Penggunaan software akuntansi online terbaik tentu akan dapat memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan untuk memiliki berbagai laporan sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Selain itu Mekari Jurnal juga memiliki akses data yang sangat fleksibel untuk bisa dilihat kapan saja dan di mana saja secara real time dengan tingkat keamanan yang setara dengan Bank. Anda bisa mendapatkan segala kemudahan dalam mengatur dan mencatat keuangan bisnis dalam bentuk laporan yang rapi dan terstruktur. Informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini. Anda juga bisa dapat mencoba sendiri dengan hubungi sales kami, dengan klik tombol di bawah ini. Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Jadwalkan Demo Ke Sales Jurnal Sekarang! Demikianlah ulasan terkait jurnal penerimaan kas cash receipt journal dan jurnal pengeluaran kas cash disbursement journal, mulai dari definisi hingga contohnya dalam kasus. Dengan adanya contoh format jurnal, baik penerimaan maupun pengeluaran dapat disajikan dengan rapi dan terperinci. Selain itu, akan lebih mudah terawasi dan terkontrol pihak perusahaan. Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) dengan judul : " Laporan Kunjungan Kerja Lapangan Pemeriksaan Fisik Barang Di Kantor Pelayanan Dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Bitung". Laporan KKL ini diajukan sebagai salah satu kegiatan kurikulum yang 1. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin. Hal ini dikemukakan oleh... A. Drs. The Liang Gie B. Nanang Hermans C. Fatah Hidayah D. Roger A. Kauffman E. Sondang P. Siagian 2. Mutasi disebut juga dengan... A. Penerimaan barang B. Perawatan barang C. Penyaluran barang D. Penghapusan barang E. Laporan pertanggung jawaban 3. Semua barang yang disimpan. Baik untuk jangka waktu yang lama maupun sementara ke waktu Yang lama maupun sementara hendaknya dicatat dalam.... A. Buku penerimaan B. Kartu barang C. Buku penerimaan, kartu barang, dan kartu stok D. Kartu stok E. Kartu gudang 4. Barang yang paling lambat dikeluarkan hendaknya diletakkan..... A. Pada lokasi bagian ujung B. Pada lokasi bagian dalam C. Pada lokasi bagian tengah D. Pada lokasi bagian luar E. Pada ruang kepala bagian gudang 5. Rencana kebutuhan hendaknya dibuat untuk jangka waktu... A. Dua tahun anggaran B. Satu tahun anggaran C. Tiga tahun anggaran D. Empat tahun anggaran E. Lima tahun anggaran 6. Barang yang cepat keluar hendaknya diletakkan di... A. Lokasi gedung yang paling ujung sendiri B. Lokasi gedung yang berdekatan dengan ruang kepala gudang C. Lokasi gedung yang berdekatan dengan pintu keluar D. Lokasi gedung untuk yang berdekatan dengan gudang penyimpanan E. Lokasi gedung yang berdekatan dengan pintu masuk 7. Tujuan utama diselenggarakan fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah... A. Mengamankan barang yang diterima distibutor sementara waktu B. Menyimpan barang yang diterima dari distributor C. Memverikasi barang yang diterima dari pemasok dan melindungi barang tersebut dari kehilangan atau pencurian D. Menambah persediaan barang dalam jangka waktu yang lama E. Melindungi barang dari kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama 8. Laporan penerimaan barang disebut juga dengan... A. Law report B. Return report C. Report form D. Receiving report E. Audit report 9. Buku tambahan untuk perkiraan perlengkapan yang digunakan untuk mencatat penambahan, pengurangan dan saldo akhir dari setiap jenis barang perlengkapan dinamakan... A. Kartu gudang B. Kartu pemasok barang C. Kartu perlengkapan barang D. Kartu penerimaan barang E. Kartu pengolah data 10. Which oBerikut ini adalah hal-hal penting dalam penerimaan barang, kecuali..ne do you like? A. Bukti pesanan barang dari gudang untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat B. Cek expired date dan kondisi barang C. Mengembalikan barang ke distibutor D. Bukti tanda barang diterima untuk penanganan E. Cek bukti pemesanan dengan fisik barang 11. Kartu barang memuat kolom isian berikut, kecuali... A. Sediaan barang minimum B. Sediaan barang maksimum C. Nama barang D. Jumlah barang yang didistribusikan E. Satuan barang 12. Dokumen pencatatan yang di dalamnya berisi kode setiap barang dalam gudang disebut... A. Buku nota B. Buku catatan C. Buku katalog D. Buku induk E. Buku khas 13. Sumber data yang berfungsi sebagai pertanggungjawaban, pengendalian informasi dan informasi sediaan yang sesuai dengan fisiknya dinamakan. A. Buku induk B. Buku khas C. Buku sediaan D. Buku nota E. Buku catatan 14. Setiap kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan perlengkapan kantor untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan kantor dinamakan... A. Perencanaan B. Pengadaan C. Pengarsipan D. Penyusutan E. Pemeliharaan 15. Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi manajemen pengorganisasian, yaitu.. A. Proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukkan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi B. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang diperlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan C. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi D. Menentukan jalur mencatat dan membukukan bukti-bukti transaski E. Menentukan pilihan ATK suatu perusahaan 16. Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi perusahaan dan kemudian menyajikan mengartikulasikan dengan jelas strategi-strategi program, taktik-taktik tata cara pelaksanan program dan operasi tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh merupakan pendapat dari.. A. Erly Suandy B. Sulandri Puspita C. Gunjawani D. Hatta On E. M. Malik 17. Tiap organisasi, instansi atau perusahaan, mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Definisi ini merupakan pengertian asas... A. Asas keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat B. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya C. Asas nilai keindahan dan keseragaman D. Asas standarisasi E. Asas pekerjaan dan kegiatan 18. Pengguna peralatan dan perabot kantor harus dengan ukuran, bentuk, warna, dan buatannya sama di seluruh organisasi. Hal ini merupakan definisi asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas nilai keindahan dan keseragaman B. Asas standarisasi C. Asas keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat D. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya E. Asas pekerjaan dan kegiatan 19. Penggunaan peralatan dan perabot kantor harus efisien. Kemampuan dari alat-alat perabot harus menjadi pertimbangan dalam pembelian barang-barang tersebut. Hal ini merupakan pengertian asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas standarisasi B. Asas kemampuan dan kelayakan C. Asas pekerjaan dan kegiatan D. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya E. Asas nilai keindahan dan keseragaman 20. Berikut ini yang tidak termasuk ke dalam prinsip dalam menyusun program perencanaan sarana dan prasarana adalah... A. Batas waktu yang tidak tebatas B. Ada alokasi anggaran yang pasti untuk melaksanakan program C. Ada penanggung jawab yang memimpin pelaksanaan program D. Ada kegiatan konkret yang dilakukan E. Ada sasaran target terukur yang ingin dicapai 21. Permasalahan harga yang merupakan bahan pertimbangan yang penting bagi pimpinan. Hal ini merupakan pengertian asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas kemampuan dan kelayakan B. Asas harga dan penawaran modal C. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya D. Asas nilai keindahan dan keseragaman E. Asas standarisasi 22. Kejelasan suatu perencanaan sarana dan prasarana dapat dilihat pada hal-hal berikut ini, kecuali... A. Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan B. Perencanaan yang baik adalah yang melebihi realita yang ada dan dapat terlaksana dengan baik C. Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai serta ada penyusunan perkiraan biaya keperluan pengadaan D. Jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan E. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 23. Dokumen pemesanan disebut juga dengan istilah... A. Delivery note B. Receiveng report C. Term of delivery D. Packing list E. Purchase order 24. Buku tempat mencatat semua barang inventaris yang sudah dimiliki oleh suatu kantor atau Satuan organisasi di lingkungannya, dan sekaligus merupakan sumber informasi yang diandalkan Mengenai segala macam data yang diperlukan tentang barang – barang inventaris kantor disebut Buku golongan barang inventaris A. Buku golongan barang inventaris B. Buku induk barang inventaris C. Buku penunjang barang inventaris D. Buku inventaris E. Buku catatan barang noninventaris 25. Buku pembantu tempat mencatat barang barang inventaris menurut golongan yang telah ditentukan masing – masing berdasarkan klasifikasi dan kode barang yang ditentukan di dalam lingkungannya disebut.... A. Buku golongan barang inventaris B. Buku induk barang inventaris C. Buku penunjang barang inventaris D. Buku inventaris E. Buku catatan barang noninventaris. Bacajuga: Cara Mengurus Ganti Foto KTP di Disdukcapil, Simak Syarat Dokumennya. Syarat buat laporan kehilanan KTP, KK, ATM dan Kartu ATM di Kantor Polisi. Untuk kehilangan KK, KTP, Kartu BPJS dan 67% found this document useful 3 votes4K views7 pagesDescriptionContoh laporan mengenai penerimaan dan penggunaan barang/jasa instansi beserta dokumen dokumen pelengkapCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?67% found this document useful 3 votes4K views7 pagesContoh Laporan Penerimaan Dan Pemakaian BarangDescriptionContoh laporan mengenai penerimaan dan penggunaan barang/jasa instansi beserta dokumen dokumen pelengkapFull description
26Bukti transaksi adanya penerimaan barang kembali karena barang rusak atau tidak sesuai pesanan yang dibuat oleh penjual, disebut. a.kuitansi c.nota debet d.nota e.faktur 27.Bukti kas yang dibuat oleh pemegang dana kas kecil bahwa telah menerima sejumlah uang untuk keperluan kas kecil, disebut. a. kuitansi b. bukti kas masuk
Gambar 36+ Contoh Diagram Alir Penelitian Gif Blog Garuda Cyber dari Laporan Penerimaan Barang atau yang sering disebut juga dengan istilah “Goods Receipt Report” adalah sebuah laporan yang digunakan untuk mencatat semua barang yang diterima oleh sebuah perusahaan. Laporan ini harus dibuat dan disimpan setiap kali sebuah perusahaan menerima pesanan atau pengiriman barang dari pemasoknya. Laporan ini berfungsi untuk melacak jumlah barang yang diterima, mengkonfirmasi jumlah barang yang dipesan dan memastikan bahwa barang yang diterima dalam kondisi baik. Apa Itu Laporan Penerimaan Barang?Keuntungan Membuat Laporan Penerimaan BarangApa Saja yang Terdapat dalam Laporan Penerimaan Barang?Ketika Membuat Laporan Penerimaan Barang?Bagaimana Cara Membuat Laporan Penerimaan Barang? Keuntungan Membuat Laporan Penerimaan Barang Ada banyak keuntungan membuat laporan penerimaan barang, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut Memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan pesanan. Menyediakan data yang dapat diandalkan untuk mengkonfirmasi jumlah barang yang diterima. Memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi barang yang hilang atau cacat. Secara otomatis menghitung dan mencatat biaya pengiriman yang harus dibayar. Menyediakan informasi yang berguna untuk mengontrol inventori. Apa Saja yang Terdapat dalam Laporan Penerimaan Barang? Laporan Penerimaan Barang biasanya berisi informasi berikut Tanggal penerimaan barang. Nomor PO Purchase Order dari pemasok. Informasi pemasok nama, alamat, kontak, dll. Deskripsi barang jenis, jumlah, harga, dll. Biaya pengiriman. Informasi faktur. Catatan tambahan. Ketika Membuat Laporan Penerimaan Barang? Setiap kali sebuah perusahaan menerima pengiriman barang, laporan penerimaan barang harus dibuat. Laporan ini harus dibuat sebelum barang-barang diterima dan disimpan. Selain itu, laporan ini juga harus disimpan sebagai bukti jika dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu. Bagaimana Cara Membuat Laporan Penerimaan Barang? Membuat laporan penerimaan barang sebenarnya cukup mudah. Anda bisa menggunakan template laporan penerimaan barang yang tersedia secara online atau menggunakan software pengelolaan inventori seperti Sistem ERP atau Sistem Manajemen Inventori. Dengan menggunakan salah satu dari kedua metode tersebut, Anda dapat dengan mudah membuat dan mengelola laporan penerimaan barang dengan cepat. Pengujianini juga merupakan bagian dari pengujian atas pengendalian siklus pembelian yang melibatkan komponen laporan keuangan Persediaan, Property, Plants, and Equipments (PPE), Operating Expense, dan COGS. Dengan jumlah populasi lebih dari 250, tim audit mengambil 25 sampel penerimaan barang untuk diuji. TGrSaX.
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/85
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/439
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/707
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/65
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/22
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/187
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/942
  • b0cnwdvnmu.pages.dev/910
  • laporan penerimaan barang kantor disebut juga